Review Buku The Gifts of Imperfection : Jadilah Diri Sendiri

Review Buku The Gifts of Imperfection : Jadilah Diri Sendiri

Hallo kali ini mimin akan membahas buku yang berjudul “the gift of imperfection, tak apa-apa tak sempurna hilangkan pikiran kita ingin menjadi apa, jadilah diri sendiri”. Yup lumayan panjang judulnya hehehe, mimin juga bingung mau kasih judul apa, tapi lebih enak pake inggris aja ya the gift of imperfection. Nah buku ini bertema healing atau ya motivasi bentuk kesadaran, keterbukaan pada diri sendiri kepada orang lain. bukunya sangat menarik untuk bagaimana menjadi orang yang terbuka tidak pesimis terhadap diri sendiri dan selalu menjadi manusia apa adanya dihadapan orang lain. Didalam bukunya menjelaskan banyak topik ada keberanian, belas kasih, rasa syukur, kemaluan. hmm bagi orang yang ingin mencoba open atau membuka diri, cocok banget baca buku ini.

Judul : The Gifts of Imperfection

Penulis : Brene Brown, Ph.D, L.M.S.W

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun : 2022

ISBN : 978-602-06-4092-1

Nah mimin mau sharing tentang sub judul “kemaluan” dalam buku ini. Jadi kemaluan itu bukan jenis kelamin ya haha, kemaluan itu lebih seperti sifat di dalam diri seseorang. Adanya rasa malu menurut buku the gift of imperfection karena kita membatasi diri atau, bisa juga menutup diri kepada seseorang, sehingga kita tidak terbuka. sub judul kemaluan ini menurut mimin point besar dari buku the gift of imperfection, yup penyebab rasa malu muncul adalah karena kita menuntut kesempurnaan, misalnya harus tampil cantik atau perfeksionis didepan orang lain. oleh karena itu hal ini membatasi diri kita dan memunculkan sifat tidak percaya diri.

the gifts of imperfection

 

Selain itu didalam buku the gift imperfection menjelaskan tentang rasa bersyukur. bahwa bersyukur adalah mengenali bahwa kita ini sudah cukup dengan keadaan seadanya. bersyukur berarti menjadi diri kita tidak berlebihan dan kelewat batas serta merasakan kebahagian disaat ini, karena kita merasa cukup.

Buku ini selalu menjabarkan tentang keauntentikan dan kerentanan, autentik menurut mimin adalah sifat asli diri kita apa adanya. sedangkan, kerentanan adalah sifat diri kita yang mudah terhasut oleh orang lain, baik dari sifat atau lainya, jadi dalam buku ini pun autentik dan kerentanan seperti menjadi kalimat prioritas untuk menjelaskan suatu fenomena

jadilah diri sendiri

 

Hmmm. Ada lagi yang mimin suka kalimat dari buku ini seperti, tentang spiritualitas bunyinya begini bahwa spiritualitas tidak hanya tentang dogma agama, tapi spiritualitas tentang bagaimana orang tersebut menjalin hubungan dengan apapun, yup bisa masyarakat, bisa kerabat atau lainya yang membuat sadar, nyaman dan bahagia. intinya tidak hanya di kaitkan dengan agama ya.

Kalimat selanjutnya tentang kebahagian, bahwa seseorang itu tidak usah mengejar kebahagian, karena jika terus dikejar akan membuat kita justru tidak bahagia, poin intinya kita sebagai manusia harus menikmati momen setiap saat, karena kebahagian bisa menghilang dengan cepat dan datang dengan tidak terduga

baca juga : Review Buku Mendidik Manusia

Kemudian, ada yang menarik lagi the gift imperfection menjelaskan tentang “bermain”, mimin suka dengan sudut pandang bermain ini. dalam bukunya menjelaskan bahwa, kita harus meluangkan waktu untuk bermain. bermain apa saja yang membuat gembira. terkadang rutinitas kita setiap hari terasa melelahkan, seperti bekerja, mengajar, dan bersekolah. Dengan bermain akan lebih menyegarkan pikiran kita, dan kita akan lebih bahagia. jadi manusia itu perlu bermain. hal-hal apa saja yang membuat dia nyaman diluar tugas wajib, yaitu bermain. maka lakukanlah.

Beberapa kutipan yang mimin sukai

“menarilah seakan-akan tidak ada orang yang memperhatikan. Menyanyilah seakan-akan tidak ada orang yang mendengarkan. Mencintailah seakan-akan kita tidak pernah terluka, dan hiduplah seakan-akan surga ada di dunia”

“tuhan berilah aku kedamaian untuk dapat menerima hal-hal yang tidak bisa diubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang bisa kuubah, dan hikmat untuk bisa mengenali perbedaanya”

“jangan tanya apa yang dibutuhkan oleh dunia. Tanya apa yang membuat kita menjadi hidup, dan lakukanlah. Karena yang dibutuhkan dunia adalah orang-orang yang menjalani hidup”

Kelebihan buku

Buku ini didasarkan pada riset penulis yaitu brene brown, jadi setiap kesimpulan akhir atau sesuatu yang masih runyam brene melakukan penyimpulan akhir dari sebuah kisah atau fenomena didasarkan pada riset terlebih dahulu, jadi menurut mimin ini sangat bagus agar kita membaca buku tidak hanya dari untaian kalimat seseorang saja, tapi harus berdasarkan riset terlebih dahulu agar hasil analisis yang menjelaskan suatu kalimat kebenaranya tidak diragukan.

Kekurangan buku

Menurut mimin kekurangan buku ini ada dalam segi translate, bahasanya cenderung lumayan sulit, jadi harus ada extra keras agar mengerti suatu kalimat yang di jelaskan, mimin sampe 2 kali membaca buku ini karena kesulitan dari segi bahasa. menurut mimin si tidak hanya dalam buku ini, masih banyak terjemahan buku yang kurang sesuai dan sulit dimengerti.

penutup

buku The Gift of Imperfection mengajarkan kita untuk menjadi manusia apa adanya dan menjadi diri sendiri yang seutuhnya, hal ini tentu tidak mudah, tetapi manusia harus terus berproses, agar menjadi mahkluk yang bahagia dan menjalani rutinitas tanpa halangan. proses adalah kunci untuk menjadi manusia seutuhnya. jika kalian ingin membeli bukunya langsung saja di official resmi gramedia

Hallo, Nama saya Harik Galuh Putra, Cuma penulis blog biasa. Sharing hal-hal random bisa hubungi saya terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

kamu akan suka ini